{"id":32366,"date":"2025-10-13T16:59:40","date_gmt":"2025-10-13T07:59:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=32366"},"modified":"2025-10-13T16:59:41","modified_gmt":"2025-10-13T07:59:41","slug":"pemuda-papua-kecam-aksi-tidak-manusiawi-kkb-mereka-pembunuh-bukan-pejuang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2025\/10\/13\/pemuda-papua-kecam-aksi-tidak-manusiawi-kkb-mereka-pembunuh-bukan-pejuang\/","title":{"rendered":"Pemuda Papua Kecam Aksi Tidak Manusiawi KKB: \u201cMereka Pembunuh, Bukan Pejuang\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jayapura \u2014 Sejumlah pemuda Papua menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan keji yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua. Mereka menilai aksi KKB yang menewaskan perempuan dan guru merupakan tindakan biadab yang tidak mencerminkan nilai kemanusiaan maupun adat Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pernyataannya, para pemuda yang dipimpin Absalom Yerisetouw menegaskan bahwa KKB telah kehilangan rasa kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMereka bukan pejuang, tapi pembunuh rakyat sendiri. Guru dan perempuan adalah simbol kehidupan, tapi justru mereka yang menjadi korban,\u201d tegas salah satu tokoh muda Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pemuda juga menyebut bahwa KKB tidak layak disebut pejuang karena tindakannya justru menebar ketakutan dan merusak masa depan generasi muda Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKKB adalah pecundang. Mereka hanya berani menyerang rakyat kecil dan aparat yang menjaga keamanan, tetapi tidak pernah berani membangun Papua. Pecundang sejati adalah mereka yang menghancurkan bangsanya sendiri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, para pemuda menilai bahwa kelompok tersebut tidak memahami nilai-nilai luhur adat dan budaya Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAdat Papua mengajarkan kasih, kedamaian, dan saling menghormati. Tapi KKB justru menodai nilai-nilai itu dengan darah dan kebencian. Siapa pun yang menumpahkan darah, bukan bagian dari adat Papua sejati,\u201d ujar salah satu perwakilan pemuda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan KKB telah merusak citra budaya Papua di mata dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBudaya Papua itu indah \u2014 penuh kasih, tarian, musik, dan persaudaraan. Tapi KKB merusaknya dengan teror. Kami tidak ingin dunia melihat Papua sebagai tanah yang menakutkan. Kami ingin dunia tahu bahwa Papua adalah tanah damai,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pemuda Papua menyerukan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak terpengaruh oleh propaganda KKB dan tetap menjaga persatuan serta kedamaian di Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMari kita jaga Papua. Kita rawat budaya damai, bukan budaya kekerasan. KKB bukan masa depan Papua \u2014 kitalah yang akan menentukan wajah Papua yang damai dan sejahtera,\u201d tutup pernyataan itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jayapura \u2014 Sejumlah pemuda Papua menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan keji yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua. Mereka menilai aksi KKB yang menewaskan perempuan dan guru merupakan tindakan biadab yang tidak mencerminkan nilai kemanusiaan maupun adat Papua. Dalam pernyataannya, para pemuda yang dipimpin Absalom Yerisetouw menegaskan bahwa KKB telah kehilangan rasa<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32368,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489,1],"tags":[8219,8218],"class_list":["post-32366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-uncategorized","tag-bukan-pejuang","tag-pemuda-papua-kecam-aksi-tidak-manusiawi-kkb-mereka-pembunuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32366"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32367,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32366\/revisions\/32367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}