{"id":28634,"date":"2025-06-20T19:05:55","date_gmt":"2025-06-20T10:05:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=28634"},"modified":"2025-06-20T19:06:00","modified_gmt":"2025-06-20T10:06:00","slug":"kkb-pimpinan-kalenak-murib-serang-warga-sipil-dan-bakar-honai-di-puncak-tiga-korban-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2025\/06\/20\/kkb-pimpinan-kalenak-murib-serang-warga-sipil-dan-bakar-honai-di-puncak-tiga-korban-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"KKB Pimpinan Kalenak Murib Serang Warga Sipil dan Bakar Honai di Puncak, Tiga Korban Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puncak, Papua \u2014 Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Puncak. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dikomandoi oleh Kalenak Murib menyerang permukiman warga di Kampung Lambera, Distrik Yugumoak, pada Rabu pagi (18\/6\/2025) sekitar pukul 09.00 WIT. Dalam insiden berdarah tersebut, tiga orang tewas, empat lainnya mengalami luka serius, dan sedikitnya 11 honai dibakar habis oleh kelompok tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim gabungan dari Polsek Sinak dan Satgas Ops Damai Cartenz langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban, serta mengumpulkan keterangan dari warga yang selamat. Berdasarkan penuturan saksi mata, serangan ini dipicu oleh konflik internal dalam kelompok KKB sendiri. Kalenak Murib diduga murka setelah mengetahui istri ketiganya berselingkuh dengan salah satu anggotanya, Minanggen Wijangge \u2014 yang kemudian menjadi salah satu korban tewas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalenak dan sekitar 23 anak buahnya diketahui memasuki Kampung Lambera sehari sebelumnya, Selasa (17\/6\/2025) sekitar pukul 16.00 WIT, dengan membawa sedikitnya empat senjata api laras panjang. Serangan yang mereka lancarkan memicu kepanikan warga. Saat ini, sebagian besar penduduk kampung telah mengungsi ke wilayah Distrik Megeabume dan Distrik Sinak untuk mencari perlindungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun korban luka-luka yang berhasil diidentifikasi adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amos Tabuni (luka tembak di lengan kanan)<br>Anis Tabuni (luka tembak di lengan kiri)<br>Amote Tabuni (luka di bagian kepala)<br>Perdus Tabuni (terkena rekoset di kaki)<br>Sedangkan tiga korban meninggal dunia dalam kejadian ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Minanggen Wijangge<br>Patiago Tabuni<br>Oriup Murib<br>Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni adalah tindakan keji yang menyerang warga sipil tak bersalah. Kami pastikan para pelaku akan dikejar dan ditindak sesuai hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAparat keamanan telah meningkatkan patroli dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah distrik. Kami mohon masyarakat tetap waspada namun tidak panik,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya pengamanan di Distrik Yugumoak dan sekitarnya kini terus diperketat, guna mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut serta memastikan keselamatan&nbsp;warga&nbsp;sipil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puncak, Papua \u2014 Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Puncak. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dikomandoi oleh Kalenak Murib menyerang permukiman warga di Kampung Lambera, Distrik Yugumoak, pada Rabu pagi (18\/6\/2025) sekitar pukul 09.00 WIT. Dalam insiden berdarah tersebut, tiga orang tewas, empat lainnya mengalami luka serius, dan sedikitnya 11 honai dibakar habis oleh kelompok<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28635,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28634"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28634\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28636,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28634\/revisions\/28636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}