{"id":2838,"date":"2020-09-06T08:02:32","date_gmt":"2020-09-05T23:02:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=2838"},"modified":"2020-09-06T08:03:58","modified_gmt":"2020-09-05T23:03:58","slug":"frangky-umpain-dukung-keberlajutan-otsus-di-papua-dengan-mengubah-paradigma-dan-mindset-bukan-lagi-membangun-papua-tapi-papua-membangun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2020\/09\/06\/frangky-umpain-dukung-keberlajutan-otsus-di-papua-dengan-mengubah-paradigma-dan-mindset-bukan-lagi-membangun-papua-tapi-papua-membangun\/","title":{"rendered":"Frangky Umpain : Dukung Keberlajutan Otsus Di Papua Dengan Mengubah Paradigma Dan Mindset \u201cBukan Lagi Membangun Papua\u201d tapi, \u201cPapua Membangun\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">suaranewspapua.com- MANOKWARI- Pelaksana Harian LMA Papua Barat Frangky Umpain, menyatakan bahwa latar belakang diadakannya Otonomi Khusus (Otsus) adalah untuk mendorong kesejahtraan Papua, akan tetapi permasalahan itu muncul, permasalahan karena adanya proses integrasi yang belum selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSecara geografis Papua sudah terintegrasi akantetapi secara manusianya belum merasa terintegrasi kedalam NKRI,\u201d ujar Frangky Umpain saat mengukuti diskusi virtual bertema Otsus Papua Undercover: Menjaga Nyawa, Harta dan Martabat Orang Papua yang diadakan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat, Jum\u2019at (4\/9).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagaimana OAP merasa menjadi bagian dari Indonesia, jawabannya Papua sudah memiliki tatanan adat sebelum mengenal agama, untuk itu kebijakan pemerintah terhadap Papua harus berakar dari dan atau berdasar kepada keputusan adat,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Frangky Umpain juga menambahkan bahwa sekarang ada kelompok pro dan kontra terhadap Otsus, itu merupakan hal yang wajar karena itu sesuatu hal yang harus dilakukan untuk mengetahui jaminan tatanan adat masyarakat papua, dengan penolakan itu ada posisi tawar menawar mengenai kepastian akan masa depan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni terjadi karena adanya krisis kepercayaan terhdap elit politik yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah\u201d, tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai anak adat, Frangky Umpain mengajak untuk mendukung perpanjangan Otsus dengan cara merubah paradigm dan mindset masyarakat Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebagai anak adat dalam membuat kebijakan, harapan kita adalah perpanjangan Otsus dengan cara merubah paradigma pembangunan Papua menjadi, bukan lagi membangun Papua tapi Papua membangun dengan merubah Mindset masyarakat Papua yang konsumtif menjadi produktif\u201d, tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>suaranewspapua.com- MANOKWARI- Pelaksana Harian LMA Papua Barat Frangky Umpain, menyatakan bahwa latar belakang diadakannya Otonomi Khusus (Otsus) adalah untuk mendorong kesejahtraan Papua, akan tetapi permasalahan itu muncul, permasalahan karena adanya proses integrasi yang belum selesai. \u201cSecara geografis Papua sudah terintegrasi akantetapi secara manusianya belum merasa terintegrasi kedalam NKRI,\u201d ujar Frangky Umpain saat mengukuti diskusi virtual<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2839,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[234],"tags":[1050,1049],"class_list":["post-2838","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pembangunan","tag-papua-membangun","tag-frangky-umpain-dukung-keberlajutan-otsus-di-papua-dengan-mengubah-paradigma-dan-mindset-bukan-lagi-membangun-papua-tapi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2838","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2838"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2838\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}