{"id":2518,"date":"2020-08-22T15:57:29","date_gmt":"2020-08-22T06:57:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=2518"},"modified":"2020-08-22T15:58:05","modified_gmt":"2020-08-22T06:58:05","slug":"bupati-asmat-borong-jualan-mama-mama-papua-di-4-kampung-distrik-awyu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2020\/08\/22\/bupati-asmat-borong-jualan-mama-mama-papua-di-4-kampung-distrik-awyu\/","title":{"rendered":"Bupati Asmat Borong Jualan Mama-mama Papua di 4 Kampung Distrik Awyu"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Suaranewspapua.com,ASMAT &#8211; <\/strong>Bupati Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Elisa Kambu didampingi istri Susana Kambuaya, memborong seluruh barang jualan mama-mama Papua di empat Kampung di Distrik Awyu, Jumat (21\/8).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kampung yang dikunjungi Bupati Elisa Kambu diantaranya Kampung Sagare, Kampung Baru, Kampung Yefu dan Kampung Wagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jualan yang dipasarkan mama-mama Papua tiga Kampung Distrik Awyu ini adalah hasil bercocok tanam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain empat kampung itu, kampung lainya juga berdatangan berjualan di ibu kota Distrik Awyu Kampung Wagi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah hasil bercocok tanam seperti, daun singkong, kangkung, kol, ketimun, cabai, pepari, ganemo dan jenis sayur lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun itu, berbagai macam umbi-umbian, maupun kelapa muda dan pisang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya itu, selain hasil alam yang dipasarkan mama-mama Papua Wilayah Distrik Awyu Kabupaten Asmat, merekapun, menjual sejumlah hasil kreatifitas anyaman tas noken dan manik-manik lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diselah-selah belanja hasil alam dan kreatifitas anyaman mama-mama Papua ini, Bupati Elisa menghimbau kepada warga agar harga jualan mereka harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHarga barang yang dijual, jangan terlalu mahal, harus sesuaikan dengan kemampuan para konsumen, sehingga barang dagangan cepat terjual,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ata Bupati, Wilayah Distrik Awyu adalah daerah tanahnya sangat cocok untuk menanam dan hasil alam lain sangat banyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMaka itu, manfaatkan alam tersebut untuk tingkatkan perekonomian rumah tangga,\u201d ajaknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lanjut bupati, yang paling utama untuk bercocok tanam adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau ada lebih, silahkan di jual untuk kebutuhan yang lain,\u201d ujar Bupati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bupati menambahkan, sentuhan pemerintah untuk mendukung warga bercocok tanam dalam beberapa tahun terakhir di Asmat cukup banyak<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSeperti bantuan pupuk, alat bantuan bercocok tanam, ternak dan lain sebagainya,\u201d akui bupati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara, bantuan untuk para nelayan yakni longboat 15 PK, bahkan mesin sensor untuk para pekerja bidang pembangunan infastruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dukungan yang telah diberikan pemerintah terlihat hanya beberapa Kampung Baru yang serius dalam memanfaatkan segala bantuan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMaka dengan itu kedepan pemerintah akan evaluasi dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suaranewspapua.com,ASMAT &#8211; Bupati Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Elisa Kambu didampingi istri Susana Kambuaya, memborong seluruh barang jualan mama-mama Papua di empat Kampung di Distrik Awyu, Jumat (21\/8). Kampung yang dikunjungi Bupati Elisa Kambu diantaranya Kampung Sagare, Kampung Baru, Kampung Yefu dan Kampung Wagi. Jualan yang dipasarkan mama-mama Papua tiga Kampung Distrik Awyu ini adalah hasil<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2520,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,30,31,36],"tags":[],"class_list":["post-2518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-bisnis","category-pemerintahan","category-peristiwa","category-sosial-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2518"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2518\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}