{"id":1386,"date":"2020-07-23T14:59:25","date_gmt":"2020-07-23T05:59:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=1386"},"modified":"2020-07-23T14:59:28","modified_gmt":"2020-07-23T05:59:28","slug":"dana-otonomi-khusus-papua-sumbang-hingga-60-apbd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2020\/07\/23\/dana-otonomi-khusus-papua-sumbang-hingga-60-apbd\/","title":{"rendered":"Dana otonomi khusus Papua sumbang hingga 60% APBD"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Suaranewspapua.com- JAKARTA-<\/strong> Dana otonomi khusus (otsus) untuk Papua memberikan sumbangan besar bagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengaruh dana otsus mencapai 60% terhadap APBD Papua. Dana otsus yang diberikan sebesar 2% dari dana alokasi umum (DAU) nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dana otsus dalam struktur APBD di Papua 50% sampai 60%, pengaruhnya sangat krusial bila dihilangkan,&#8221; ujar Direktur Otonomi Khusus Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Andi Batara Lipu dalam webinar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Rabu (22\/7).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan Undang Undang (UU) nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua, dana otsus akan berakhir pada tahun 2021. Sehingga perlu ada aturan untuk melanjutkan hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Penting diberikan payung hukum agar keberlanjutan bisa terjaga,&#8221; terang Batara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca Juga: Akan berakhir 2021, Kemenkopolhukam pastikan kelanjutan dana otsus Papua masih dikaji<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski begitu, terdapat sejumlah evaluasi dalam penggunaan dana otsus. Terutama masalah pertanggungjawaban yang membuat pencairan kerap lambat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, dana otsus pun bercampur dengan APBD sehingga penggunaannya tidak dipisahkan. Mengatasi hal tersebut Kemendagri memberikan lampiran khusus untuk pencatatan penggunaan dana otsus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Banyak kabupaten belum memberikan alokasi sesuai dengan Perdasus&#8221; jelas Batara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Perdasus tersebut diatur alokasi minimal untuk sektor pendidikan sebesar 30% dan sektor kesehatan 15%. Evaluasi juga dilakukan terkait program.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Daerah Tertinggal, Perdesaan dan Transmigrasi Kementerian PPN\/Bappenas Velix Wanggai menerangkan ke depan akan dilakukan pengembangan berbasis wilayah adat. Pemerintah akan mengembangkan sektor ekonomi unggulan di wilayah adat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kita memiliih beberapa wilayah adat yang jadi fokus pengembangan ke depan,&#8221; ungkap Velix.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada dua wilayah adat yang menjadi proyek mayor. Antara lain wilayah adat di Laa Pago, Papua dan wilayah adat Domberay, Papua Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah juga akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong serta Kawasan Industri Bintuni. Ada pula Destinasi Pariwisata Prioritas di Raja Ampat dan Biak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sektor perkotaan juga akan dibangun di wilayah Papua. Terdapat kawasan perkotaan di Kota Jayapura dan Kota Baru Sorong.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suaranewspapua.com- JAKARTA- Dana otonomi khusus (otsus) untuk Papua memberikan sumbangan besar bagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Papua. Pengaruh dana otsus mencapai 60% terhadap APBD Papua. Dana otsus yang diberikan sebesar 2% dari dana alokasi umum (DAU) nasional. &#8220;Dana otsus dalam struktur APBD di Papua 50% sampai 60%, pengaruhnya sangat krusial bila dihilangkan,&#8221; ujar<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1387,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[234],"tags":[445],"class_list":["post-1386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pembangunan","tag-dana-otonomi-khusus-papua-sumbang-hingga-60-apbd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1386"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1386\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}