Home / Uncategorized / Tiga Juta Bibit Kakao Disiapkan, Nabire Diproyeksikan Jadi Sentra Produksi Kakao Papua Tengah

Tiga Juta Bibit Kakao Disiapkan, Nabire Diproyeksikan Jadi Sentra Produksi Kakao Papua Tengah

NABIRE, PAPUA TENGAH – Kabupaten Nabire dipersiapkan menjadi salah satu sentra produksi kakao di Papua Tengah. Upaya tersebut didukung Kementerian Pertanian (Kementan) melalui penyediaan 3 juta bibit kakao yang akan dikembangkan untuk memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, drh. Rafael Heri Nugroho, mengatakan bahwa bantuan bibit melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tersebut saat ini masih dalam proses persemaian sebelum didistribusikan kepada kelompok tani di Kabupaten Nabire.

“Bantuan tiga juta tanaman kakao saat ini masih dalam tahapan persemaian. Kami harapkan di akhir tahun ini bisa disalurkan kepada kelompok-kelompok petani kakao yang ada di Kabupaten Nabire,” ujarnya di Nabire, Jumat.

Proses pembibitan dipusatkan di kawasan Samabusa, Nabire. Jutaan bibit tersebut dipersiapkan secara bertahap menyesuaikan pengiriman benih dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), sehingga nantinya dapat memenuhi kebutuhan pengembangan perkebunan kakao di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Nabire untuk memastikan proses pendistribusian hingga penanaman berjalan sesuai perencanaan. Calon petani dan calon lokasi (CPCL) penerima bantuan juga telah diusulkan oleh Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire melalui pemerintah provinsi.

Usulan tersebut selanjutnya melalui proses verifikasi bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) guna memastikan kesiapan kelompok tani serta lokasi yang akan digunakan untuk pengembangan tanaman kakao.

Rafael menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan terhadap pengembangan komoditas perkebunan di Papua Tengah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan program tersebut.

“Kami sangat berterima kasih dan mendukung apa yang digagas oleh Kementerian Pertanian. Bersama-sama kami berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire,” katanya.

Lebih lanjut, pengembangan kakao di Nabire diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya industri pengolahan hasil perkebunan di daerah. Biji kakao nantinya berpotensi diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti bubuk kakao hingga cokelat batangan.

Dengan adanya pengembangan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari kegiatan budidaya, tetapi juga berpeluang terlibat dalam rantai produksi dan pengolahan hasil kakao.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun mendatang, Nabire dapat berkembang menjadi daerah penghasil kakao yang produktif sekaligus menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah, berdampingan dengan kopi.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menyiapkan pengembangan perkebunan kakao seluas 3.000 hektare di Kabupaten Nabire. Program tersebut mencakup peremajaan tanaman seluas 1.000 hektare dan perluasan areal perkebunan atau ekstensifikasi seluas 2.000 hektare.

Untuk menunjang program tersebut, Kementan mengalokasikan sebanyak 3,6 juta bibit kakao, yang terdiri atas 3 juta bibit utama serta tambahan 20 persen sebagai cadangan guna mengantisipasi kebutuhan penanaman di lapangan.

Selain memperkuat sektor perkebunan, program ini juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui keterlibatan warga dalam kegiatan pembibitan dan pengembangan kebun. Dengan demikian, pengembangan kakao di Nabire diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan petani, serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat Papua Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *