Home / Pendidikan / Disdikbud Papua Pegunungan Siapkan Rp50 Miliar untuk Tuntaskan Beasiswa Siswa Unggul Papua

Disdikbud Papua Pegunungan Siapkan Rp50 Miliar untuk Tuntaskan Beasiswa Siswa Unggul Papua

WAMENA– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Pegunungan memastikan program beasiswa siswa unggulan Papua yang telah berjalan sejak 2017 tetap dilanjutkan hingga tahun ini.

Program tersebut memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa orang asli Papua (OAP) asal Papua Pegunungan yang menempuh pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor mengatakan program beasiswa siswa unggul Papua merupakan salah satu program pendidikan yang masih berjalan hingga saat ini.

“Beasiswa siswa unggul Papua merupakan program yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 pada masa kepemimpinan almarhum Gubernur Papua Lukas Enembe, di mana wilayah Papua masih dua provinsi,” katanya di Wamena, Rabu.

Simon menjelaskan, setelah terjadi pemekaran wilayah, mahasiswa asal Papua Pegunungan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua kemudian menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Menurut dia, pemerintah daerah memastikan program tersebut akan diselesaikan pada tahun ini sebelum digantikan dengan program pendidikan baru pada 2027.

“Kami pastikan program beasiswa siswa unggul Papua akan berakhir pada tahun ini sesuai arahan dari bapak gubernur, karena tahun depan akan dilanjutkan dengan program pendidikan baru,” ujarnya.

Dari total 800 mahasiswa yang tercatat dalam program beasiswa siswa unggul Papua, sebanyak 300 mahasiswa telah mendapatkan dukungan hingga menyelesaikan pendidikan mereka.

Sementara itu, Disdikbud Papua Pegunungan saat ini masih menangani 500 mahasiswa penerima beasiswa yang merupakan bagian dari program yang telah berjalan sejak 2017.

“Kami saat ini menangani 500 mahasiswa yang masuk dalam program beasiswa siswa unggul Papua warisan program sejak tahun 2017 dan akan berakhir pada tahun ini dengan total anggaran yang dipersiapkan sebanyak Rp50 miliar,” katanya.

Memasuki 2027, Disdikbud Papua Pegunungan akan melakukan pendataan kembali terhadap mahasiswa OAP yang berasal dari wilayah tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan pendidikan sesuai dengan kondisi terbaru.

“Pendataan ulang ini penting supaya kami dapat mengetahui data terbaru mahasiswa Papua Pegunungan yang sedang menempuh pendidikan dari semester awal hingga akhir, apakah ada mahasiswa yang tidak melanjutkan studi, yang sudah drop out tetapi masih menerima beasiswa ini yang akan menjadi perhatian kami pemerintah daerah,” ujarnya.

Simon berharap dukungan pendidikan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para mahasiswa asal Papua Pegunungan sehingga program beasiswa tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi keberlanjutan pendidikan mereka.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *