Mimika- Decky Tenouye, Kepala Suku Besar dari tujuh suku di Kabupaten Mimika, menanggapi permasalahan sengketa tapal batas antara Suku Kamoro dan Suku Mee.
Menurutnya, konflik ini sebaiknya diselesaikan secara damai agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Mimika.
“Dua minggu lalu, saya sudah menyampaikan kepada Suku Mee agar masalah ini diselesaikan setelah Pemilukada, sehingga saat ini kita tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ujar Decky Tenouye dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Tenouye menyampaikan bahwa setelah Pemilukada, pertemuan akan digelar di wilayah yang dipersengketakan, seperti Mondodagi dan kampung-kampung sekitarnya.
Dalam pertemuan tersebut, semua kepala suku akan hadir, termasuk Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA), Lembaga Musyawarah Adat Masyarakat Kamoro (LEMASKO), serta saksi dari pihak DPR atau pejabat terkait.
Ia berharap, dengan adanya musyawarah terbuka yang melibatkan berbagai pihak, sengketa ini bisa diselesaikan secara baik dan adil, sehingga menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat Mimika.














